Karangasem, Bali — Program Studi Geografi melaksanakan kegiatan Joint Research (Penelitian Bersama) dengan Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne, Prancis, yang berlangsung pada 5–15 November 2025. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di lereng Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali, sebagai salah satu kawasan gunung api aktif paling penting di Indonesia.
Joint research ini melibatkan dosen Prodi Geografi, I Gede Putu Eka Suryana, S.Pd., M.Sc., yang berkolaborasi dengan peneliti dari Paris 1 Panthéon-Sorbonne. Penelitian difokuskan pada kajian histori letusan Gunung Agung serta upaya mitigasi bencana letusan gunung api, dengan mengintegrasikan pendekatan geografi fisik, geo-histori, dan kebencanaan.
Gunung Agung dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki rekam jejak aktivitas vulkanik yang signifikan dan berdampak besar terhadap kehidupan sosial, ekonomi, serta budaya masyarakat Bali. Melalui penelitian ini, tim peneliti berupaya merekonstruksi sejarah letusan Gunung Agung berdasarkan data lapangan, sumber historis, serta pengetahuan lokal masyarakat setempat, sekaligus mengkaji implikasinya terhadap strategi mitigasi bencana di masa kini.
Menurut I Gede Putu Eka Suryana, kolaborasi internasional ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat riset kebencanaan berbasis konteks lokal namun berperspektif global. “Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam memahami karakteristik letusan Gunung Agung sekaligus mendukung perumusan mitigasi bencana yang lebih adaptif dan berbasis bukti ilmiah,” jelasnya.
Kegiatan joint research ini juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama akademik internasional antara Prodi Geografi dan Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne, khususnya dalam bidang geografi kebencanaan dan studi lingkungan. Selain kegiatan penelitian lapangan, kolaborasi ini membuka peluang pengembangan publikasi ilmiah bersama, pertukaran pengetahuan, serta peningkatan kapasitas riset dosen.
Penelitian ini direncanakan akan berlanjut pada Agustus 2026, dengan agenda pendalaman analisis data, survei lanjutan, serta penyusunan luaran ilmiah berupa publikasi internasional dan rekomendasi mitigasi bencana. Keberlanjutan penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mendukung upaya pengurangan risiko bencana di kawasan Gunung Agung dan wilayah sekitarnya.









